Harga tetap berpengaruh terhadap permintaan, tapi saat dompet sudah tipis dan utang menumpuk, elastisitas permintaan bisa berubah drastis. Konsumen cenderung lebih selektif, menunda pembelian, atau mencari substitusi, sehingga perilaku pasar menjadi lebih sensitif terhadap perubahan harga. Artikel ini menjelaskan tentang Utang dan Elastisitas Permintaan: Apakah Harga Masih Berpengaruh Saat Dompet Sudah Tipis?.
Utang dan Elastisitas Permintaan: Apakah Harga Masih Berpengaruh Saat Dompet Sudah Tipis?
🧠Apa Itu Elastisitas Permintaan?
Dalam ekonomi mikro, elastisitas permintaan adalah ukuran seberapa besar perubahan jumlah barang yang diminta ketika harga berubah. Jika permintaan sangat responsif terhadap harga, maka disebut elastis (nilai elastisitas > 1). Jika tidak terlalu responsif, disebut inelastis (nilai elastisitas < 1).
Menurut dan FEB UNESA, elastisitas permintaan dipengaruhi oleh beberapa faktor: ketersediaan barang substitusi, proporsi pengeluaran terhadap pendapatan, dan urgensi kebutuhan.
💸 Ketika Dompet Tipis dan Utang Menumpuk: Apa yang Berubah?
Saat daya beli menurun karena utang atau tekanan ekonomi, perilaku konsumen berubah. Gen Z dan milenial yang terbiasa belanja impulsif mulai lebih selektif. Mereka mempertimbangkan ulang setiap pembelian, bahkan untuk barang yang sebelumnya dianggap rutin.
Perubahan yang terjadi:
- Konsumen lebih sensitif terhadap harga
- Permintaan barang non-esensial menurun
- Barang substitusi jadi lebih menarik
- Penundaan pembelian meningkat
Opini umum: Banyak orang muda mulai membandingkan harga lebih teliti dan menunda belanja saat utang mulai mengganggu cash flow.
📉 Studi Kasus: Elastisitas Permintaan Saat Krisis
- Produk fashion: Saat daya beli turun, permintaan baju branded menurun drastis. Konsumen beralih ke produk lokal atau preloved.
- Makanan cepat saji: Permintaan tetap tinggi karena dianggap esensial dan praktis, tapi konsumen mulai pilih menu promo atau paket hemat.
- Langganan digital: Banyak yang mulai berhenti berlangganan layanan streaming atau game berbayar karena dianggap tidak mendesak.
Menurut jurnal Buana Matematika, elastisitas permintaan menjadi alat penting untuk memahami dinamika pasar dan merancang kebijakan harga yang efektif.
💡 Apa yang Harus Dipahami oleh Pelaku Usaha?
Buat kamu yang punya bisnis kecil atau sedang merintis usaha, memahami elastisitas permintaan saat konsumen berutang adalah kunci bertahan.
Strategi yang bisa diterapkan:
- Segmentasi harga Tawarkan versi hemat atau paket bundling agar tetap menarik bagi konsumen berpenghasilan terbatas.
- Promosi berbasis nilai Fokus pada manfaat dan efisiensi, bukan sekadar gaya atau kemewahan.
- Fleksibilitas pembayaran Tawarkan cicilan, paylater, atau diskon untuk pembayaran tunai.
- Respons cepat terhadap perubahan pasar Pantau tren permintaan dan sesuaikan stok serta strategi harga.
📊 Simulasi Elastisitas Permintaan
Misalnya, harga kopi naik dari Rp20.000 ke Rp25.000, dan permintaan turun dari 1.000 cup ke 800 cup.
Artinya, permintaan kopi tersebut inelastis—masih cukup stabil meski harga naik. Tapi jika konsumen sedang berutang, elastisitas bisa naik jadi >1 karena mereka lebih sensitif terhadap harga.
🧩 Tips untuk Gen Z dan Milenial
- Evaluasi kebutuhan vs keinginan Saat utang menumpuk, prioritaskan barang esensial dan tunda konsumsi gaya hidup.
- Cari substitusi yang lebih murah Misalnya, kopi sachet vs kopi kafe, transportasi umum vs ride-hailing.
- Gunakan aplikasi pembanding harga Bantu kamu cari opsi terbaik tanpa harus keliling toko.
- Jangan tergoda promo impulsif Promo bukan berarti murah jika kamu tidak butuh barangnya.
🔚 Kesimpulan: Harga Tetap Berpengaruh, Tapi Konteks Menentukan
Elastisitas permintaan tetap relevan saat dompet tipis dan utang menumpuk. Tapi konteks ekonomi dan psikologis konsumen membuat respons terhadap harga jadi lebih kompleks. Buat Gen Z dan milenial, penting untuk memahami bahwa setiap keputusan belanja punya dampak jangka panjang, terutama saat kondisi finansial sedang tidak ideal.
Karena pada akhirnya, belanja cerdas bukan soal diskon—tapi soal kesadaran dan strategi.
Jika Anda memiliki pertanyaan atau membutuhkan bantuan mengenai permasalahan utang piutang, konsultasikan segera bersama kami. Kami siap membantu dalam memberikan solusi atas masalah utang piutang Anda.
👉 Klik di sini untuk menghubungi kami





