Strategi Bertahan di Tengah Resesi: Apa yang Bisa Dilakukan oleh UMKM?

Strategi Bertahan di Tengah Resesi: Apa yang Bisa Dilakukan oleh UMKM?

UMKM bisa bertahan di tengah resesi dengan strategi adaptif seperti efisiensi biaya, digitalisasi, diversifikasi produk, dan kolaborasi komunitas. Kuncinya adalah fleksibilitas, inovasi, dan pemahaman terhadap perubahan perilaku konsumen. Artikel ini tentang Strategi Bertahan di Tengah Resesi: Apa yang Bisa Dilakukan oleh UMKM?.

Strategi Bertahan di Tengah Resesi: Apa yang Bisa Dilakukan oleh UMKM?

🧠 Resesi Bukan Akhir, Tapi Ujian Ketahanan Bisnis

Resesi ekonomi sering kali menjadi momok bagi pelaku usaha, terutama Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Penurunan daya beli, inflasi, dan ketidakpastian pasar membuat banyak bisnis kecil goyah. Namun, sejarah membuktikan bahwa UMKM yang adaptif justru bisa bertahan—bahkan tumbuh—di tengah krisis.

Menurut laporan Alcora (2025), UMKM Indonesia menghadapi tantangan besar akibat fluktuasi nilai tukar, inflasi, dan penurunan permintaan. Tapi dengan strategi yang tepat, mereka tetap bisa menjadi tulang punggung ekonomi nasional.

💡 Strategi Bertahan yang Bisa Dilakukan oleh UMKM

1. Efisiensi Biaya Tanpa Mengorbankan Kualitas

Langkah pertama adalah memangkas pengeluaran yang tidak esensial. Tapi hati-hati—jangan sampai efisiensi justru menurunkan kualitas produk atau layanan.

  • Gunakan bahan baku lokal yang lebih murah tapi tetap berkualitas
  • Kurangi biaya operasional seperti listrik, sewa, atau logistik
  • Terapkan sistem kerja hybrid atau fleksibel untuk mengurangi beban gaji tetap

Opini umum: Banyak UMKM yang berhasil bertahan karena berani meninjau ulang struktur biaya dan beradaptasi dengan kondisi pasar.

2. Digitalisasi Proses dan Pemasaran

Resesi mempercepat transformasi digital. UMKM yang belum go digital berisiko tertinggal.

  • Gunakan platform e-commerce seperti Tokopedia, Shopee, atau TikTok Shop
  • Manfaatkan media sosial untuk promosi organik dan paid ads
  • Gunakan aplikasi kasir digital, akuntansi online, dan CRM sederhana

Menurut Kompasiana, roadmap e-commerce nasional dan perluasan program KUR digital mendukung UMKM untuk naik kelas lewat digitalisasi.

3. Diversifikasi Produk dan Layanan

Jangan hanya andalkan satu produk. Saat daya beli turun, konsumen mencari alternatif yang lebih hemat dan relevan.

  • Tambahkan varian produk dengan harga lebih terjangkau
  • Kembangkan layanan tambahan seperti pengantaran, bundling, atau langganan
  • Sesuaikan produk dengan kebutuhan krisis (misalnya: makanan beku, produk kesehatan, atau kebutuhan rumah tangga)

4. Bangun Kolaborasi dan Komunitas

UMKM tidak harus bertahan sendirian. Kolaborasi bisa membuka pasar baru dan menekan biaya.

  • Kolaborasi dengan UMKM lain untuk bundling produk
  • Ikut komunitas lokal atau digital untuk berbagi strategi dan peluang
  • Manfaatkan program pemerintah, inkubator bisnis, atau CSR perusahaan besar

5. Jaga Arus Kas dan Hindari Utang Konsumtif

Cash flow adalah nyawa bisnis. Di tengah resesi, penting untuk menjaga likuiditas.

  • Fokus pada penjualan cepat dan pembayaran tunai
  • Tunda ekspansi besar atau pembelian aset yang tidak mendesak
  • Hindari utang berbunga tinggi, kecuali untuk kebutuhan produktif

📊 Studi Kasus: UMKM yang Bertahan di Tengah Resesi

  • Warung kopi di Yogyakarta: Saat pandemi dan resesi, omzet turun drastis. Pemilik beralih ke penjualan kopi literan dan cold brew via online. Ia juga kolaborasi dengan UMKM makanan ringan untuk bundling. Hasilnya: omzet stabil dan pelanggan bertambah.
  • Brand fashion lokal di Bandung: Mengalami penurunan penjualan. Mereka beralih ke produksi masker kain dan pakaian rumah. Mereka juga aktif di TikTok dan berhasil menjangkau pasar Gen Z.

Insight: UMKM yang cepat membaca tren dan berani berubah punya peluang lebih besar untuk bertahan.

📚 Tips Praktis untuk Gen Z dan Milenial Pelaku UMKM

Strategi Aksi Nyata
Evaluasi keuangan Buat laporan arus kas mingguan
Digitalisasi Mulai dari WhatsApp Business dan Instagram
Diversifikasi Tambahkan produk dengan harga ekonomis
Kolaborasi Cari mitra di komunitas lokal atau online
Edukasi diri Ikut webinar gratis dari Kemenkop, Tokopedia, atau Shopee

🔚 Kesimpulan: UMKM yang Adaptif Akan Selalu Menemukan Jalan

Resesi memang berat, tapi bukan akhir dari segalanya. UMKM yang mampu beradaptasi, berinovasi, dan menjaga hubungan dengan pelanggan akan tetap bertahan. Bahkan, banyak bisnis besar hari ini yang lahir dari krisis.

Buat Gen Z dan milenial, ini saatnya membuktikan bahwa kamu bisa jadi generasi penggerak ekonomi—bukan hanya korban keadaan.

Jika Anda memiliki pertanyaan atau membutuhkan bantuan mengenai permasalahan utang piutang, konsultasikan segera bersama kami. Kami siap membantu dalam memberikan solusi atas masalah utang piutang Anda.
👉 Klik di sini untuk menghubungi kami

 

Apakah informasi ini bermanfaat?

Ya
Tidak
Terima kasih atas umpan baliknya!

Jasa penagihan utang terpercaya

Indra Pratama

Indra Pratama

CFO

Kami merasa sangat terbantu dengan layanan Debt. Prosesnya sederhana, namun hasilnya maksimal dan efesien.

Laras Putriani

Laras Putriani

Direktur Pengembangan Bisnis

Dengan dukungan Debt, proses penagihan menjadi lebih mudah dan terstruktur. Sangat memuaskan!

Rini Astuti

Rini Astuti

Direktur Keuangan

Dengan pendekatan yang sistematis dan profesional, Debt berhasil membantu kami menyelesaikan banyak masalah penagihan. 

Baca juga

Tips

Surat pernyataan pengakuan utang

Surat Pernyataan Pengakuan Utang adalah dokumen tertulis yang dibuat dan ditandatangani oleh pihak yang berutang (debitur) untuk menyatakan secara resmi bahwa ia