Politik dan Literasi Finansial: Apakah Pemerintah Peduli Edukasi Uang untuk Warga?

Politik dan Literasi Finansial: Apakah Pemerintah Peduli Edukasi Uang untuk Warga?

Pemerintah Indonesia menunjukkan kepedulian terhadap literasi finansial melalui berbagai program edukasi dan inklusi keuangan, namun tantangannya masih besar. Gen Z dan milenial perlu lebih aktif mengakses dan mengkritisi kebijakan agar edukasi uang benar-benar menjangkau semua lapisan masyarakat. Artikel ini menjelaskan tentang Politik dan Literasi Finansial: Apakah Pemerintah Peduli Edukasi Uang untuk Warga?.

Politik dan Literasi Finansial: Apakah Pemerintah Peduli Edukasi Uang untuk Warga?

🧠 Literasi Finansial Itu Bukan Sekadar Tahu Cara Nabung

Literasi finansial adalah kemampuan memahami dan mengelola uang secara bijak—mulai dari anggaran, utang, investasi, hingga risiko. Buat Gen Z dan milenial, ini bukan cuma soal jadi kaya, tapi soal bertahan dan berkembang di tengah ekonomi yang makin kompleks.

Menurut OJK, literasi finansial mencakup tiga aspek: pengetahuan, sikap, dan perilaku. Artinya, tahu saja nggak cukup—harus ada perubahan cara berpikir dan bertindak. Tapi pertanyaannya: apakah pemerintah benar-benar peduli soal ini?

💡 Apa yang Sudah Dilakukan Pemerintah?

1. Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR)

Diluncurkan oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, program ini mendorong pelajar punya rekening bank sejak dini. Tujuannya: membiasakan menabung dan mengenal sistem keuangan formal.

2. Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK)

OJK bekerja sama dengan BPS untuk mengukur tingkat literasi keuangan masyarakat. Hasil survei jadi dasar kebijakan edukasi dan perlindungan konsumen.

3. Edukasi di Pondok Pesantren dan Komunitas Lokal

Pemerintah mulai menyasar komunitas berbasis agama dan daerah untuk memperluas inklusi keuangan. Ini penting karena banyak warga belum terjangkau layanan keuangan formal.

4. Kampanye Menabung Sejak Dini

Lewat kerja sama dengan bank dan sekolah, pemerintah mendorong kebiasaan menabung sebagai bagian dari pendidikan karakter.

📉 Tapi, Apa Tantangannya?

  • Akses belum merata: Banyak daerah terpencil belum punya infrastruktur keuangan digital.
  • Bahasa edukasi masih teknis: Gen Z dan milenial butuh pendekatan yang relatable dan visual, bukan jargon ekonomi.
  • Kurangnya kurikulum formal: Literasi finansial belum jadi bagian wajib di sekolah atau kampus.
  • Ketimpangan digital: Edukasi berbasis aplikasi atau webinar belum menjangkau semua kalangan.

Opini umum: Banyak anak muda tahu soal investasi dari TikTok, tapi nggak tahu cara bikin anggaran bulanan. Ini menunjukkan gap antara edukasi formal dan realitas digital.

🧩 Politik dan Literasi Finansial: Apa Hubungannya?

Literasi finansial bukan cuma isu ekonomi, tapi juga isu politik. Kenapa?

  • Kebijakan fiskal dan pajak: Warga yang paham uang bisa lebih kritis terhadap APBN, subsidi, dan utang negara.
  • Perlindungan konsumen: Literasi rendah bikin warga rentan terhadap pinjol ilegal dan investasi bodong.
  • Kemandirian ekonomi: Warga yang melek finansial lebih sulit dimanipulasi secara politik lewat bantuan atau janji populis.

Menurut Indonesia.go.id, literasi keuangan yang kuat bisa membentuk karakter warga yang mandiri dan tidak mudah terjebak dalam pola konsumsi yang merugikan.

📚 Tips Praktis untuk Gen Z dan Milenial

Langkah Penjelasan
Ikut program KEJAR atau edukasi OJK Banyak yang gratis dan bisa diakses online
Gunakan aplikasi keuangan Seperti Jenius, Spendee, atau Money Lover
Ikut komunitas literasi finansial Cari di Telegram, Discord, atau Instagram
Baca berita ekonomi dan fiskal Jangan cuma scroll hiburan, tapi juga update kebijakan
Suarakan kebutuhan edukasi Lewat media sosial, forum publik, atau organisasi kampus

🔚 Kesimpulan: Pemerintah Mulai Peduli, Tapi Kita Harus Ikut Dorong

Pemerintah memang punya program literasi finansial, tapi dampaknya belum merata. Gen Z dan milenial perlu jadi bagian dari gerakan edukasi uang—bukan cuma sebagai penerima, tapi juga sebagai penggerak.

Karena pada akhirnya, literasi finansial bukan cuma soal uang—tapi soal kendali, kesadaran, dan masa depan yang lebih adil.

Jika Anda memiliki pertanyaan atau membutuhkan bantuan mengenai permasalahan utang piutang, konsultasikan segera bersama kami. Kami siap membantu dalam memberikan solusi atas masalah utang piutang Anda.
👉 Klik di sini untuk menghubungi kami

Apakah informasi ini bermanfaat?

Ya
Tidak
Terima kasih atas umpan baliknya!

Jasa penagihan utang terpercaya

Indra Pratama

Indra Pratama

CFO

Kami merasa sangat terbantu dengan layanan Debt. Prosesnya sederhana, namun hasilnya maksimal dan efesien.

Laras Putriani

Laras Putriani

Direktur Pengembangan Bisnis

Dengan dukungan Debt, proses penagihan menjadi lebih mudah dan terstruktur. Sangat memuaskan!

Rini Astuti

Rini Astuti

Direktur Keuangan

Dengan pendekatan yang sistematis dan profesional, Debt berhasil membantu kami menyelesaikan banyak masalah penagihan. 

Baca juga

Tips

Surat pernyataan pengakuan utang

Surat Pernyataan Pengakuan Utang adalah dokumen tertulis yang dibuat dan ditandatangani oleh pihak yang berutang (debitur) untuk menyatakan secara resmi bahwa ia